Kamis, 17 Desember 2009

MENULIS PUISI GAMPANG SEKALI (1)

Menulis puisi gampang sekali?
Memang benar. Siapa bilang menulis puisi itu sulit. Gampang sekali menulis puisi. Segampang Anda membalikkan telapak tangan.

Anda siap nulis puisi?
Mari menulis puisi bersama saya. (Puisi ini saya tulis malam Jumat, 17 Desember 2009, mulai pukul 21.55 WIB. Ditulis secara spontan, berdasarkan ide yang lewat secara serta merta di benak saya. Tanpa rekayasa. Tanpa pembenahan kata. Memang ini disengaja).

TIKUS-TIKUS ITU MASIH ADA

Walau bukan tikus yang bisa merambat di dinding tembok,
tetap saja tikus-tikus itu menggangguku.

Walau tikus-tikus itu hanyalah tikus-tikus cecurut yang hanya bisa merambat di tanah,
tetap saja mengganggu di saat bekerja di kamarku.

Justru tikus-tikus tanah itu lebih menggangguku
Justru cecurut-cecurut itu menebarkan bau
Justru para cecurut-cecurut itu bercacat-cicit membisingi
Membuat kesal perasaan di hati

Sungguh tak kusangka
Tikus-tikus itu masih ada
Tikus rambat-dinding diracun habis oleh istriku
Tikus-tikus yang lain berdatangan dari berbagai penjuru
Mereka lebih banyak jumlahnya
Mereka lebih menganggu manusia

Tegalan, 17 Desember 2009 (pukul 22.03 WIB)

Berapa menit puisi itu saya tulis? Ehm, hanya sebentar saja kok! Sekitar 8-10 menit. Anda bisa lebih cepat menulis puisi daripada saya? Itu akan membuat saya senang. Apalagi kalau usia Anda lebih muda dari saya (yang sudah 42 tahun). Bangga? Ya! Berarti generasi (penulis) setelah saya lebih hebat dari saya.

Bagaimana cara agar kita bisa lebih cepat bisa menulis puisi? Bagaimana cara agar kita bisa lebih cepat menghasilkan salah satu bentuk sastra indah, singkat, padat, dan berisi itu? Tentu saja ada cara-caranya. Nah, cara-cara itu akan dibahas pada kesempatan lain.

*****
Kang Jie Roo Lou *****

DOWNLOAD
artikel/postingan ini

DI SINI

atau

DI SINI!

0 komentar:

Poskan Komentar