Mencatat Ide
Ide disebut juga gagasan. Bisa juga disebut pikiran, atau pemikiran. alam keseharian kita, banyak pikiran yang melintas di benak kita. Kalau kita ingin memiliki kemampuan menulis cerpen, pikiran-pikiran yang melintas itu langsung saja kita "tangkap" lalu kita catat. Terserah di mana mau mencatat pikiran-pikiran atau pemikiran-pemikiran itu. Bisa dicatat di kertas atau di laptop atau di komputer atau di mana pun juga. Yang penting, jangan kita berikan kepada setiap orang ide kita tersebut. Kenapa? Ide itu bisa menjadi landasan awal kita untuk menulis cerpen.
Misalnya Anda mengalami rasa sedih akibat ditinggal pacar, maka tulis saja ide itu dalam bentuk kata-kata. terserah Anda.
Contoh penulisan ide:
Aku sedih karena ditinggal Anita. (Nama Anita mungkin bukan nama pacar Anda yang memutuskan cinta itu).
Selanjutnya, Anda bisa menambahkan dengan pemikiran-pemikiran tambahan:
- Aku merasa putus asa.
- Aku sulit tidur.
- Aku tidak enak makan.
- Aku ingin marah pada semua orang.
- Aku ingin lebih rajin beribadah.
- Aku ingin minum miras (minuman keras).
Dan..., atau..., berbagai kemungkinan lain yang mungkin dilakukan orang yang frustrasi akibat ditinggal pacarnya. Pengembangan dari ide itu diuraikan menjadi rangkaian kata (kalimat). Kalimat-kalimat dirangkai dalam paragraf. Nah, rangkaian paragraf yang menceritakan sesuatu secara pendek itulah yang disebut cerpen.


0 komentar:
Poskan Komentar