Rabu, 23 Maret 2011

MENULIS PUISI GAMPANG SEKALI (3)

MENULIS PUISI UNTUK UNGKAP ISI HATI

Ketika menulis puisi, kita tak bedanya mengungkapkan isi hati kita kepada orang lain (pembaca). Isi hati kita yang terungkap bermacam-macam jenisnya. Ketika kita suka, duka, senang, gelisah, resah, dan berjuta jenis perasaan hati, kita bisa mengungkapkannya dalam bentuk puisi.

Anak kecil yang sedih karena tidak dibelikan mainan. Anak remaja yang tidak berani mengungkapkan perasaan cinta kepada orang yang ditaksirnya. Orang dewasa yang yang  mempunyai anak pertama. Orang tua yang akan memiliki cucu pertama, Orang lanjut usia yang menyongsong kematian. Dan berjuta contoh tentang manusia..., bisa diungkapkan menjadi puisi.

Anda --sidang pembaca yang budiman-- apa sudah siap menulis puisi? Puisi macam apa dan mengungkapkan perasaan apa yang akan ditulis? Terserah Anda. Pokoknya kalau ingin jadi penulis puisi yang baik dan benar --dan nantinya bisa tenar--, tulis saja apa pun yang ada di benak Anda , sepanjang tidak melanggar norma dan etika.

Agar semangat, ini saya berikan contoh puisi untuk Anda.
Ditulis mulai pukul 03.26 WIB.

SEBUAH KEKHAWATIRAN

Tak ada yang kukhawatirkan kecuali satu hal
hanya satu hal yang kukhawatirkan
satu hal yang membuatku sulit untuk tidur nyaman

Benar, satu ini membuatku kadang lupa diri
lupa bahwa aku hanya manusia tak berkemampuan melebihi
lupa bahwa aku tak berdaya
mengubah segala yang ada di depan mata

tapi
aku lebih khawatir kalau tak sempat mengungkap ini
lebih khawatir kalau tak ada yang tahu keresahan hati sendiri
lebih khawatir kalau tak ada yang tahu kelemahan diri pribadi
dengan berat hati
kuungkap rasa khawatirku
kuungkapkan rasa hati yang kelabu

aku khawatir dan ketakutan
kebodohan dan kelaliman dipuja-puja sebagai etika mulia

Selesai ditulis pukul 03.38 WIB
Bumi Tegalan, 24 Maret 2011

0 komentar:

Poskan Komentar